Sejarah Fakultas Teologi UKIT

Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon (F.Teol. UKIT) sebagai lembaga pendidikan formal teologi, memiliki sejarah yang panjang dalam perjalanan pendidikan di Minahasa.  Cikal bakal pendidikan formal ini dimulai dengan berdirinya Sekolah Pembantu Penginjil pada 1 November 1868 di daerah ini. Sekolah tersebut berlangsung hingga tahun 1886. Sebagai kelanjutannya, didirikanlah School tot Opleiding van Inlandse Leeraaren (STOVIL) yang bertahan selama 56 tahun (1886-1942).

Selama pendudukan Jepang, pendidikan formal teologi mengalami kekosongan. Setelah Perang Dunia II usai, yakni antara tahun 1946-1950, pendidikan ini dapat terselenggara kembali lewat Sekolah Pendeta. Kemudian, sejak tahun  1950-1954/55, Sekolah Pendeta ini berubah menjadi Sekolah Theologia. Kemudian terjadi penyatuan penyelenggaraan pendidikan teologi di Indonesia bagian timur yang berpusat di Soe’, Nusa Tenggara Timur yang kemudian dipindahkan ke Makassar, maka Sekolah Theologia ini ditutup. Untuk mengisi kekosongan penyelenggaraan pendidikan ini di tanah Minahasa, maka pada tahun 1957 dibuka Pendidikan Guru Agama (PGA) di Tomohon sampai tahun 1959. Mengingat semakin dibutuhkannya tenaga pendeta berpendidikan tinggi teologi, maka sejak tahun 1960 didirikan Akademi Theologia yang berlangsung sampai tahun 1965.

Sementara itu, seusai pergolakan Permesta awal tahun 1960-an, kebutuhan akan pendeta berpendidikan tinggi dengan gelar kesarjanaan mulai mengemuka. Berdasarkan pertimbangan yang matang dan visioner, Ds.A.Z.R. Wenas, pemimpin Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) pada waktu itu, maka pada tanggal 7 Oktober 1962 didirikanlah Perguruan Tinggi Theologia (PTTh) di Tomohon. PTTh ini memiliki visi meningkatkan pelayanan gereja agar mampu menjawab tantangan zaman, karenanya ia memiliki misi untuk mendidik dan memperlengkapi pemuda-pemudi yang terpanggil menjadi pendeta yang handal.

Pada tahun 1965, Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mendirikan Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) yang dikelola oleh Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) dan diresmikan pada tanggal 20 Februari 1965. Pada tahun 1983 Fakultas Teologi mendapatkan Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Kristen) Protestan Nomor : 64 Tahun 1983 yang memberikan Status Terdaftar untuk Jurusan Pendidikan Agama Kristen. Status terdaftar ini diperkuat lagi dengan keluarnya SK Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Kristen) Protestan Departemen Agama RI Nomor : 61 Tahun 1986 tentang Pemberian Status Terdaftar Jurusan Pendidikan Agama Kristen. Dengan terbitnya SK ini,  maka Fakultas Teologi memiliki dua jurusan yaitu Jurusan Teologi dan Jurusan Pendidikan Agama Kristen.

Dalam menjawab kebutuhan akan guru-guru agama ber-pendidikan tinggi teologi di awal tahun 1990-an, maka pada tahun 1991 Fakultas Teologi dimekarkan oleh Badan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (BP YPTK) GMIM menjadi dua fakultas yaitu Fakultas Teologi  dan Fakultas Pendidikan Agama Kristen (PAK). Pemekaran ini berlangsung hanya dalam kurun waktu lima tahun, dan pada tahun 1996 Fakultas PAK diintegrasikan kembali ke dalam Fakultas Teologi. Penyatuan kembali dua fakultas ini didasarkan baik pada Statuta UKIT maupun pemahaman bahwa kedua bidang studi ini tidak harus dipisahkan. 

 Dalam perkembangan selanjutnya, terutama sejak ditetapkan-nya Teologi sebagai salah satu bidang keilmuan di Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud  RI  No.0359/U/1996 tertanggal 24 Desember 1996, maka Fakultas Teologi menetapkan hanya mempunyai satu Program Studi yaitu Teologi Kristen Protestan. Penetapan ini dikukuhkan dengan didapatkannya Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan Program Studi Teologi Kristen Protestan berdasarkan SK DIKTI  DIKNAS Nomor : 747/D/T/2004 tertanggal 19 Februari 2004. Meskipun demikian, sejak tahun 2004, berdasarkan kebutuhan lulusan Fakultas Teologi untuk dapat bekerja di lembaga-lembaga pemerintah maka Fakultas Teologi mengajukan permohonan Pendaftaran kepada Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama RI melalui surat Dekan Nomor : 1512/ 9103.4/VII/2004 tertanggal 6 Juli 2004. Kemudian Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama RI mengeluarkan surat Nomor : DJ.III/Kep/HK.00.5/124/3058/2004 tentang Pemberian Status Terdaftar Program Stratum Satu (S1) Jurusan Teologi/Kependetaan. Atas dasar surat keputusan ini maka setiap tahun Fakultas Teologi melaksanakan Ujian Negara bagi para lulusan Jurusan/Program Studi Teologi dan PAK.

Dalam perkembangan terakhir ini, sehubungan dengan kebutuhan gereja dan masyarakat serta tuntutan Undang-Undang Sisdiknas dan UU Guru dan Dosen, khususnya sertifikasi bagi guru-guru agama maka Rapat Senat Fakultas Teologi pada tanggal  5 April 2006 memutuskan untuk mengaktifkan kembali Jurusan PAK menjadi Program Studi PAK. Pengaktifan ini dimulai Tahun Akademik 2006/2007.

Pada tahun 2006, GMIM sebagai pendiri UKIT, melakukan penyesuaian dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 juncto No. 28 Tahun 2004 tentang YAYASAN, dengan cara membubar-kan semua yayasan yang ada dalam lingkungan GMIM, termasuk YPTK GMIM, di mana UKIT bernaung selama ini, dan membentuk yayasan baru dengan nama YAYASAN GMIM Ds.A.Z.R.WENAS sesuai Akte Notaris Stientje Ambat, SH, MKn di Manado dengan No. 20 tanggal 11 Mei 2006 dan disahkan Menteri Hukum dan HAM, No. C-1252.HT.01.02.TH 2006 tertanggal 20 Juni 2006, di Jakarta, dan masuk ke dalam Berita Negara Tanggal 15/7-2008 No. 57.

Sesudah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM, maka Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia menebitkan Surat Keputusan Mendiknas RI Nomor: 220/D/O/2007, tanggal 29 November 2007 tentang alih kelola UKIT dari Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GMIM ke Yayasan GMIM Ds. A.Z.R. Wenas.

Dengan demikian, sejak 29 November 2007, Universitas Kristen Indonesia Tomohon, secara yuridis, resmi dikelola oleh Yayasan GMIM Ds. A.Z.R. Wenas.